80 Mahasiswa Prodi PMI UIN Sunan Kalijaga Terjun ke Masyarakat, Laksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat di DIY dan Jawa Tengah

Yogyakarta, 5 Februari 2026 — Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Praktik Pengembangan Masyarakat (PPM) II bagi mahasiswa semester 6 yang bertempat di Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Kegiatan ini menjadi tahap aksi nyata bagi 80 mahasiswa Prodi PMI yang akan terjun langsung ke masyarakat untuk melaksanakan program pemberdayaan di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Kegiatan pembekalan dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Acara dipandu melalui sesi diskusi yang dipimpin oleh Ketua Program Studi PMI, Siti Aminah, M.Si. Hadir pula Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, yang menyampaikan penguatan aspek akademik dalam pelaksanaan Praktik Pengembangan Masyarakat agar selaras dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Outcome-Based Assessment (OBA).

Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Siti Aminah, M.Si., menjelaskan bahwa PPM II merupakan tahap penting dalam pembentukan kompetensi mahasiswa PMI.

“Melalui Praktik Pengembangan Masyarakat II, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu memahami realitas sosial, tetapi juga menyusun perencanaan dan melaksanakan program pemberdayaan secara sistematis sesuai dengan pedoman PPM,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Pajar Hatma Indra Jaya menegaskan pentingnya kesesuaian praktik lapangan dengan standar akademik.

“Praktik Pengembangan Masyarakat harus menjadi ruang integrasi antara teori dan praktik. Mahasiswa perlu memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memiliki landasan akademik yang kuat dan terukur, sebagaimana tertuang dalam RPS berbasis Outcome-Based Education,” ungkapnya.

Dalam pembekalan tersebut juga dibahas secara komprehensif keterkaitan antara PPM I dan PPM II. PPM I menitikberatkan pada proses assessment masyarakat, meliputi pengenalan kondisi sosial, pemetaan potensi, serta identifikasi program yang telah berjalan. Sementara itu, PPM II difokuskan pada perencanaan dan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan pedoman PPM, yang mengintegrasikan teori dan praktik sebagai bentuk intervensi sosial menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera. Pada tahap ini, mahasiswa juga ditargetkan menghasilkan luaran akademik berupa artikel jurnal.

Adapun luaran PPM II mencakup peningkatan kapasitas mahasiswa dalam melakukan pemberdayaan masyarakat secara langsung, mulai dari penyusunan perencanaan hingga pelaksanaan program. Selain itu, masyarakat sasaran—baik lembaga maupun desa mitra—diharapkan dapat merasakan dampak nyata dari proses pemberdayaan, salah satunya melalui meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengembangkan potensi dirinya secara mandiri. Rangkaian PPM II diakhiri dengan diskusi rencana aksi (renaksi) bersama masyarakat, pelaporan kegiatan, serta proses terminasi program sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan sosial.

Melalui pelaksanaan Praktik Pengembangan Masyarakat II, Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berupaya memperkuat integrasi antara penguasaan keilmuan, keterampilan praksis, dan kepekaan sosial mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang mendorong mahasiswa PMI mampu merancang dan menjalankan program pemberdayaan masyarakat secara partisipatif, berkelanjutan, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat sasaran.