Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga Gelar International Collaboration Program dengan Nanzan University, Jepang
Yogyakarta, 12 Maret 2025 telah dilaksanakan kegiatan International Collaboration Program dengan tema "Pengenalan Budaya Indonesia dan Keislaman" antara Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Sunan Kalijaga dan Nanzan University, Nagoya, Jepang. Acara ini berlangsung pada pukul 13.00–17.00 WIB di di Ruang Rapat Fakultas Dakwah dan Komunikasi serta dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Arif Maftuhin, M.Ag., M.A.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Arif Maftuhin, M.Ag., M.A., memberikan sambutan sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan keilmuan di berbagai prodi. Dalam sambutannya, beliau mengenalkan seluruh prodi yang ada di fakultas serta berbagi pengalaman tentang pentingnya menguasai lebih dari dua bahasa. Menurutnya, pemahaman terhadap berbagai bahasa sangat berperan dalam mendukung keberhasilan kerja sama dan kolaborasi global.
Setelah sambutan dari dekan, Bapak Manggo dan Ibu Moko, dosen dari Nanzan University, turut menyampaikan apresiasi terhadap program ini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari riset yang dilakukan oleh Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A., dosen PMI UIN Sunan Kalijaga, di Jepang. Hasil penelitian tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa Nanzan University untuk belajar selama dua minggu di Yogyakarta. Mereka ingin memahami budaya serta bahasa Indonesia lebih dalam, sekaligus berkesempatan mengunjungi madrasah dan pondok pesantren.
Turut memberikan sambutan, Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A., yang menyampaikan bahwa beberapa mahasiswa dari Nanzan University pernah menjadi mahasiswanya saat ia mengajar di sana. Mereka menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap budaya Asia, khususnya Islam di Indonesia. Mahasiswa Jepang yang mengikuti program ini ingin memahami lebih dalam tentang sistem pendidikan di pondok pesantren dan madrasah, termasuk budaya santri yang menjadi ciri khas pendidikan Islam di Indonesia.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan I, Prof. Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, M.Si.; Prof. Dr. Hj. Sriharini, S.Ag., M.Si.; serta Kaprodi Pengembangan Masyarakat Islam, Siti Aminah, M.Si., juga melibatkan sembilan mahasiswa PMI UIN Sunan Kalijaga (Raihan, Imelda, Fadiya, Ihdi, Syafa, Sofia, Aaz, Salma, dan Fauzan) serta sembilan mahasiswa Nanzan University (Haruki, Yatto, Hika, Tamaki, Naora, Minami, Yuma, Tiara, dan Kai).Program ini bertujuan untuk memperkuat hubungan akademik dan budaya antara kedua universitas, terutama dalam memperkenalkan Islam di Indonesia. Fokus utama program ini adalah sistem pendidikan pondok pesantren dan madrasah, yang menarik perhatian mahasiswa Jepang.
Setelah sesi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Lintang Songo di Banguntapan, yang diasuh oleh Drs. K.H. Heri Kiswanto, M.Si. Kegiatan di Pondok Pesantren Lintang Songo dibuka oleh Wakil Dekan I, Prof. Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, S.Sos., M.Si.
Pada kesempatan ini, pimpinan Pondok Pesantren Lintang Songo berbagi pengalaman melalui diskusi dan presentasi tentang kegiatan serta keunikan pesantren. Pondok pesantren ini menjadi model pendidikan Islam yang tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama, tetapi juga keterampilan praktis di berbagai bidang, seperti kehutanan, pertanian, perikanan, peternakan, dan perkoperasian. Model pendidikan ini bertujuan mencetak santri yang mandiri secara ekonomi.
Salah satu peserta dari Nanzan University, Naora, menyatakan bahwa program ini sangat bagus karena memberikan wawasan baru tentang Islam dan budaya di Indonesia khususnya pondok pesantren dan madrasah. Selain itu, ia juga senang dapat menjalin pertemanan dengan mahasiswa PMI UIN Sunan Kalijaga.
Program kolaborasi ini menjadi ruang bagi mahasiswa dari kedua universitas untuk bertukar wawasan, memahami keberagaman budaya, serta memperkuat nilai-nilai inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat dalam skala global. Dengan semangat "Together We Learn – Together We Empower", kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran akademik, tetapi juga inspirasi dalam membangun jejaring internasional.
Untuk tayangan lengkap kegiatan ini, dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Prodi Pengembangan Masyarakat Islam.
Testimoni Peserta: International Collaboration Program
Salma
"International Collaboration Program" antara Prodi PMI UIN Sunan Kalijaga dan Nanzan University mengajarkan nilai toleransi, memperluas relasi global, serta mewujudkan visi prodi untuk mendunia melalui kolaborasi nyata.
Ihdi
Dengan adanya kegiatan ini, Prodi PMI UIN Sunan Kalijaga dan Nanzan University dapat berbagi budaya serta menambah wawasan dan relasi antar sesama.
Aaz
Hari ini, semangat serta optimisme akan peluang kolaborasi untuk menjelajah budaya dan keilmuan baru semakin bertambah setelah mengikuti Kegiatan International Collaboration Program antara Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga dan Nanzan University. Terimakasih Prodi PMI.
Imelda
Kunjungan mahasiswa Nanzan University mengajarkan saya tentang keberagaman dan toleransi. Ini membuka wawasan akan hal-hal tak terduga dan memberi harapan agar mahasiswa asing dapat berkuliah di Prodi PMI.
Sofia
"International Collaboration Program" ini menjadi ruang bertemu, bertukar wawasan, dan membangun jejaring global. Dengan semangat TogetherWeLearn - TogetherWeEmpower, kami tidak hanya belajar budaya, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang keberagaman, inklusivitas, dan pemberdayaan masyarakat secara internasional. Bergerak, berdaya, menginspirasi selalu PMI-ku.
Diyanah
Agenda ini adalah salah satu bentuk nyata dari kolaborasi internasional. Kegiatan yang sangat inspiratif dan membuka peluang networking lebih luas. Sangat impresif dan kreatif untuk Prodi PMI kita!