Pidato Pengukuhan Guru Besar Prof. Dra. Hj. Siti Syamsiyatun, M.A, Ph.D

Kamis, 28 Maret 2024 telah dilaksanakan Pengukuhan Guru Besar Prof. Dra. Hj. Siti Syamsiyatun, M.A, Ph.D yang dilaksanakan di gedung Convention Hall Lt. 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam pengukuhan ini Prof. Dra. Hj. Siti Syamsiyatun, M.A, Ph.D memberikan pidato tentang penelitian yang dilakukannya. Penelitian yang dilakukannya tentang pengalaman sebuah organisasi perempuan Muslim terbesar di Indonesia, ’Aisyiyah dalam mempertahankan dan mengembangkan organisasinya dilihat dari perspektif pengelolaan konflik.

Pada saat menempuh studi S3 di Monash University Australia di awal tahun 2002, Prof. Dra. Hj. Siti Syamsiyatun, M.A, Ph.D telah menyiapkan proposal penelitian tentang pemikiran feminis Muslim di Timur Tengah dan Afrika Utara hingga akhirnya ia bertemu secara langsung dengan supervisor, Dr. Susan Blackburn. Dr. Susan Blackburn bertanya sembari mengusulkan untuk melakukan riset tentang gerakan perempuan muslim di Indonesia, yang sudah berkiprah mengorganisir Kongres Perempuan Pertama Indonesia tahun 1928 dan sampai kini masih aktif, yaitu organisasi ’Aisyiyah.

Singkat cerita, empat tahun setelah bergulat dengan penelitian, pada tahun 2006 disertasi Prof. Dra. Hj. Siti Syamsiyatun, M.A, Ph.D dinyatakan diterima lulus uji dari penguji luar Prof. Greg Fealy dan Prof. Lynette Porker, hampir tanpa revisi kecuali satu kalimat. Sejak saat itulah ia semakin tertarik meneliti tentang organisasi perempuan muslim Indonesia, utamanya ’Aisyiyah. Semakin digeluti semakin banyak fenomena baru yang perlu diteliti, dijelaskan, dan dipublikasikan. Pidato Pengukuhan Guru Besar ini mengulas lessons learned dari strategi ketahanan organisasi Perempuan Islam Indonesia, dengan mengambil kasus organisasi ’Aisyiyah bagaimana ’Aisyiyah mengelola konflik internal pada proses perubahan nama organisasi, dalam menghadapi berbagai arus konservatisme di tubuh organisasi. Selain itu pidato ini menggarisbawahi strategi transformasi konflik ’Aisyiyah pada saat berkonflik dengan organisasi Perempuan lain pada persoalan etika dan nilai-nilai bisnis.

Penelitian tentang aspek-aspek tertentu pada ’Aisyiyah hampir selalu saya letakkan dalam kerangka Studi Islam yang menjadi basis keilmuan saya. Minat yang muncul setelah saya menyelesaikan S2 di McGill University dan bergabung di Pusat Studi Wanita (PSW) yang sekarang berubah nama menjadi PPGHA (Pusat Pengarusutamaan Gender dan Hak Anak), merupakan wahana pembelajaran yang komprehensif tentang ke-Islaman dan gender.