Peningkatan Kompetensi Moderasi Beragama Pengelola Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sabtu, 10 Desember 2022, hari ke-2 Orientasi Pelopor Moderasi Beragama bagi Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.
Untuk menjadi nyaman bersinergi dengan perbedaan yang ada di lingkungan kita perlu 3 hal: open mind, open heart, dan open will.
Menjadi pengelola Prodi pun demikian, butuh kepekaan terhadap kebutuhan/ keunikan/ permasalahan/ fenomena/ realita/ asumsi baik dari mahasiswa, wali, dosen, pimpinan dan juga masyarakat sekitar agar tercipta kedamaian sebagaimana cermin dari moderasi. Terlebih memahami dan peka terhadap sesuatu di luar diri kita, mari hindari bias kognitif (seperti egosentris memory: mencari pendukung yang pro pada asumsi kita saja, egosentris right: yakin benar dan lebih dari yang lain padahal belum tentu benar, egosentris hypicrisy: antara kata dan perbuatan berbeda/ inkonsistensi, egosentris blindness: mencari fakta yang sesuai-sesuai saja dan menghiraukan fakta lainnya. Hal tersebut diungkapkan oleh narasumber Ibu Wardah.
Menurut Pak Suwendi: "Moderasi Beragama sebagai perekat-sarana kemaslahatan-oksigen yang baik-moderasi beragama merupakan perjuangan kita semua”.