Eka Desi Susanti, Mahasiswi Prodi PMI UIN Sunan Kalijaga Jadi Narasumber Program Talkshow Sudut Pandang TVRI Jawa Timur, Mengulik Etika Pengelolaan Hutan

Selasa, 29 Maret 2022, TVRI Jawa Timur menghadirkan Program Talkshow Sudut Pandang dengan tema "Etika Pengelolaan Hutan". Acara ini dihadiri oleh para narasumber yang fokus pada isu hutan, seperti Dr. Ir. Transtoto Handadhari, M.Sc (Ketua Yayasan Peduli Hutan Indonesia), Dina Hidayana SP MSc (Kandidat Doktor Universitas Pertahanan RI, Staf Ahli MPR RI yang juga pengurus pusat YPHI), dan Eka Desi Susanti Mahasiswi Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga sebagai pengurus pusat YPHI mewakili generasi pemuda Indonesia.
Talkshow ini membahas mengenai isu pengelolaan hutan terutama di Indonesia. Dimana Indonesia merupakan wilayah yang memiliki hutan tropis terbanyak nomor 3 terluas di dunia.
Transtoto mengatakan bahwa hakikat dari eksistensi hutan adalah inti dari lingkungan hidup, karena tanpa hutan maka akan terjadi banyak sekali bencana alam seperti banjir dan erosi yang akan menyebabkan tanah tidak menjadi gembur dan menyebabkan kekeringan. Oleh karena itu, eksistensi hutan di bumi sangatlah penting, karena disitulah tumbuh ribuan biodiversiti.
Selain itu, menurut Eka, peran publik dalam melindungi hutan tidak kalah pentingnya, terutama pada generasi pemuda. Sebab untuk melindungi hutan diperlukan berbagai elemen yang jumlahnya tidak sedikit. Sehingga perlu kesadaran bersama bahwa peran publik juga sangat diperlukan dalam melakukan upaya reboisasi dan gerakan sosial kemasyarakatan agar dapat mengelola hutan tanpa kecurangan, adil dan berkelanjutan. Dengan demikian, upaya-upaya tersebut menjadi bagian dari menjaga hubungan manusia dengan alam.
Selanjutnya, Dina juga menambahkan bahwa bagaimana pun juga, hutan adalah warisan nenek moyang yang harus dijaga oleh para penerusnya. Hutan juga memiliki peran penting dalam pertahanan negara. Terlebih jika dilihat dari sejarah, hutan menjadi tempat perlindungan dan benteng pertahanan dalam setiap pertempuran yang memiliki kekayaaan yang dapat menopang kehidupan masyarakat. (Eka Desi Susanti)