Kustini, Sosok Kartini Alumni UIN Sunan Kalijaga yang Kini Menjadi Bupati Beberkan Kondisi Perempuan di Sleman

Pada Seminar Nasional Dakwah dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Perempuan pada Selasa kemarin (20/4) via Zoom, Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo membeberkan jumlah penduduk perempuan Sleman mencapai 50,41%. Untuk tingkat pengangguran di Sleman sendiri sudah mencapai 5,9%.

Adapun permasalahan yang terjadi di Sleman antara lain : Pertama, kurangnya Balai Latihan Kerja (BLK) yang terstandar, dan minimnya fasilitas. Kedua, tingkat pengangguran terbuka. Ketiga, rendahnya minat bekerja di luar daerah.

Selain itu, Bupati Sleman menambahkan, Kebijakan Kabupaten Sleman dalam merespon isu gender salah satunya adalah dengan menerbitkan berbagai Peraturan Daerah (Perda) tentang pengarusutamaan gender.

Selanjutnya, Kabupetan Sleman juga sudah mengimplementasikan beberapa kegiatan nyata untuk menopang inklusivitas dan kesetaraan gender tenaga kerja di Sleman, antara lain: Memberikan pelatihan kerja melalui BLK dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK); Memberikan pelatihan yang tidak mensyaratkan laki-laki atau perempuan; Mempermudah akses informasi pelatihan; Monitoring tenaga kerja di perusahaan; Mendorong penerapan 1% tenaga kerja difabel bagi perusahaan swasta dan 2% perusahaan pemerintah; dan Tahun 2020 Indeks Pembangunan Gender (IPG) Sleman mencapai 96,2%.

Berdasarkan data, tenaga kerja perempuan lebih diminati di perusahaan karena dianggap lebih sabar dan telaten. Untuk sementara, data angkatan kerja laki-laki sebesar 52,6% dan perempuan sebesar 47,4%.

Bupati Sleman diakhir speech-nya menyampaikan, Kabupaten Sleman saat ini dan seterusnya membuka kesempatan bagi perempuan untuk mengaktualisasikan diri tanpa terkecuali. (Ayu)