PRAKTIK PENGEMBANGAN MASYARAKAT CSR REWULU 2 :Transformasi Beras Analog di Pantog Kulon melalui CSR FT Rewulu dan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keterlibatan mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam proses pendampingan sosial menjadi salah satu elemen pendukung dalam inisiatif pemberdayaan masyarakat di Dusun Pantog Kulon, Kelurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang. Kehadiran akademisi muda ini bersinergi dengan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dari PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Rewulu yang berfokus pada penguatan ekonomi lokal. Melalui inisiatif yang dikenal sebagai Pusaka Pangan Lokal (Puspaloka), kolaborasi ini diarahkan untuk membina Kelompok Wanita Tani (KWT) Sakinah agar mampu mengolah potensi singkong yang melimpah menjadi produk pangan inovatif berupa beras analog.
Program ini secara strategis mengubah komoditas pertanian mentah menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi yang menyerupai butiran beras namun berbasis bahan lokal. Pertamina Rewulu memberikan intervensi menyeluruh melalui penyediaan sarana dan prasarana mesin pengolahan modern serta pelatihan teknis intensif bagi ibu-ibu KWT di wilayah Banjaroya. Dengan dukungan alat dan pengetahuan yang memadai, para anggota KWT kini tidak hanya berperan sebagai petani, tetapi juga sebagai produsen pangan kreatif yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
Keberlanjutan inovasi beras analog ini juga diperkuat melalui kerja sama teknis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memastikan kualitas dan standar nutrisi produk yang dihasilkan. Gabungan antara dukungan teknologi dari BRIN, pendampingan lapangan dari mahasiswa UIN, serta komitmen penuh dari Pertamina Rewulu menciptakan sebuah ekosistem pemberdayaan yang tangguh. Hasilnya, Dusun Pantog Kulon kini menjadi pusat percontohan di Kulon Progo dalam memaksimalkan kekayaan bumi sendiri menjadi solusi pangan masa depan yang mandiri dan kompetitif.