Perkuat Perspektif Global dan Korporasi, Prodi PMI UIN Sunan Kalijaga Hadirkan Japan Da’wa Center dan Praktisi BUMN
Yogyakarta, 12 Februari 2026 — Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu dengan menghadirkan perwakilan Japan Dakwah Centre (JDC) dan praktisi pemberdayaan BUMN. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan perspektif global dan korporasi dalam praktik dakwah serta pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Siti Aminah, S.Sos.I., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa PMI terhadap praktik pemberdayaan lintas negara. “Semangat UIN Suka Mendunia harus diterjemahkan dalam bentuk kolaborasi nyata dan jejaring global. Mahasiswa PMI perlu melihat bahwa dakwah dan pemberdayaan memiliki ruang yang sangat luas, termasuk di level internasional,” ujarnya.
Dani Dwi Saputra dari Japan Dakwah Centre memaparkan dinamika dakwah Islam di Jepang yang dilakukan melalui pendekatan inklusif dan adaptif. Ia menjelaskan bahwa JDC berperan sebagai one stop centre yang menyediakan layanan ibadah, edukasi Islam, konsultasi halal, hingga program pertukaran budaya dan internship internasional.
Tantangan terbesar kami bukan pada ajaran Islamnya, tetapi pada isu terhadap orang asing dan hambatan bahasa. Karena itu, pendekatan budaya dan kegiatan kemanusiaan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat Jepang,” jelas Dani. Ia juga menambahkan bahwa adaptasi dengan masyarakat lokal membuahkan hasil positif, bahkan mendapat dukungan dari warga non-Muslim dalam pengembangan program JDC.
Sementara itu, Choirul Muna, S.Sos., Awardee LPDP RI 2025 sekaligus praktisi pemberdayaan BUMN, menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam transformasi sosial. Ia menjelaskan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) kini tidak lagi sekadar aktivitas filantropi, melainkan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.
“Perusahaan hari ini tidak bisa hanya berorientasi pada profit. Mereka harus hadir sebagai corporate citizen yang bertanggung jawab secara sosial. Instrumen seperti Social Impact Assessment dan Environmental & Social Framework menjadi penting agar program CSR benar-benar berdampak dan berkeadilan,” paparnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mahasiswa terkait peluang internship internasional, strategi komunikasi lintas budaya, serta peran lulusan PMI dalam sektor korporasi. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu dakwah global dan pemberdayaan berbasis korporasi menjadi tema yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Melalui kuliah dosen tamu ini, Prodi PMI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kapasitas mahasiswa dalam menjawab tantangan pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal maupun global.