Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Berperan Aktif dalam Sosialisasi Perubahan Iklim Bersama LKiS di Bank Sampah Bumi Lestari
Yogyakarta, 21 Februari 2025 – Pada Praktik Pengembangan Masyarakat II, Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) peduli dan berpartisipasi terhadap isu lingkungan dengan turut serta dalam sosialisasi perubahan iklim yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) di Balai Desa Gondolayu, Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan upaya pendekatan LKiS dalam mendampingi Bank Sampah Bumi Lestari dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar.
Dalam kegiatan ini, LKiS selaku narasumber memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak perubahan iklim serta langkah-langkah konkret untuk menguranginya. Mereka berbagi wawasan mengenai perubahan iklim seperti definisi, faktor sebab-akibat, upaya pencegahan, serta penerapan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut salah satu mahasiswa PMI keterlibatan mereka dalam kegiatan ini merupakan praktek nyata yang relevan dengan ilmu atau teori yang telah dipelajari di perkuliahan.
“Sebagai mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam kami merasa bertanggung jawab untuk turut serta dalam isu-isu sosial, termasuk masalah lingkungan. Kami berharap adanya sosialisasi ini, masyarakat semakin sadar bahwa upaya menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama agar kelak generasi selanjutnya dapat merasakan warisan bumi yang lestari, sehat, layak dan berkelanjutan” ujarnya.
Rekan LKiS bidang lingkungan, Mbak Nur, menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini.
“Kami sangat terbuka kepada mahasiswa PMI untuk berkontribusi ide maupun program dalam pendampingan bank sampah bersama LKiS di Kota Yogyakarta. Selain mempelajari teori di kelas, mahasiswa juga perlu melakukan aksi nyata. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat belajar dan memiliki pengalaman baru dengan ikut turun langsung ke masyarakat.” katanya.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif bersama masyarakat mengenai kendala dan harapan dalam pengelolaan sampah di Bank Sampah Bumi Lestari. LKiS membagikan sticky note kepada seluruh peserta (warga desa) untuk menuliskan kendala dan harapan mereka. Sticky note warna pink menyatakan masalah/kendala, sedangkan sticky note warna kuning menyatakan harapan. Seluruh warga desa sangat berantusias dan bergegas mengumpulkan jawaban mereka masing-masing. Selanjutnya, sticky note dibacakan satu persatu dan ditanggapi bersama. Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam berkontribusi aktif mulai dari persiapan, pengkondisian, dokumentasi, hingga penutupan acara.
Dengan adanya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial semacam ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan semakin meluas, baik di kalangan akademisi maupun masyarakat umum. Bank Sampah Bumi Lestari pun menjadi saksi bahwa sinergi antara mahasiswa, lembaga sosial, dan warga dapat menjadi langkah positif dalam menghadapi tantangan lingkungan global.