Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Sunan Kalijaga Berkontribusi dalam Pemberdayaan Petani di Pusat Studi dan Konservasi Burung Hantu
Sleman, 31 Desember 2024 - Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang beranggotakan Ezra Divaura Azzahra, Imelda Eka Zulfa, Atika Ulinnuha, Mutiara Shafa Azzahra, D’ra Abdaa Puja Malika, serta Banun Soraya Rosyidah sukses melaksanakan program Praktik Pengembangan Masyarakat (PPM) ke -1 di Pusat Studi dan Konservasi Burung Hantu (Tyto Alba), Dusun Cancangan, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Program yang berlangsung dari September hingga Desember 2024 ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pertamina Adisucipto Yogyakarta.
Sebagai bagian dari kurikulum, program Praktik Pengembangan Masyarakat (PPM) ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kelas dalam konteks pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu melalui kerjasamanya dengan Pusat Studi dan Konservasi Burung Hantu (Tyto Alba), kegiatan Praktik Pengembangan Masyarakat (PPM) ini bertujuan memberdayakan masyarakat lokal khususnya petani, melalui pengenalan metode pengendalian hama alami menggunakan sarang burung hantu sebagai predator tikus. "Kegiatan ini akan sangat membantu para petani sekitar dalam pengendalian hama tikus di sawah” ujar Bapak Lim Wen Sin selaku pengelola Pusat Studi dan Konservasi Burung Hantu (Tyto Alba). Mahasiswa berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk pemasangan sarang burung hantu, pembersihan sarang, pembuatan pupuk organik, edukasi pertanian berkelanjutan, hingga pengembangan eduwisata.
"Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam pengendalian hama yang ramah lingkungan maupun pengembangan eduwisata untuk meningkatkan ekonomi lokal”, ujar mahasiswa Praktik Pengembangan Masyarakat (PPM) di kawasan Pusat Studi dan Konservasi Burung Hantu (Tyto Alba). Melalui program ini, mahasiswa dapat menerapkan teori pemberdayaan masyarakat melalui praktik nyata, menjalin hubungan dengan masyarakat lokal, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani.
Salah satu kegiatan yang diikuti mahasiswa yaitu perbaikan dan pemasangan Rumah Burung Hantu di Sawah daerah Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Mahasiswa mendapat kesempatan untuk membantu proses pemasangan rumah burung hantu bersama Bapak Lim selaku pengelola Pusat Studi dan Konservasi Burung Hantu (Tyto Alba), serta beberapa warga sekitar. Hal yang pertama kali dilakukan setelah sampai di lokasi adalah membantu mempersiapkan alat berat yang digunakan dan merakit tangga untuk menaiki tiang peletakkan rumah burung hantu. Kemudian beberapa di antara anggota kelompok kami ada yang diminta untuk ikut memanjat sampai atas tiang ketika memasang rumah burung hantu di sana. Kegiatan pun selesai dengan penuh apresiasi oleh Bapak Lim atas kegigihan mahasiswa dalam membantu memasang rumah burung hantu tersebut.
Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara akademik, perusahaan, dan masyarakat lokal untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan, di mana setiap pihak saling berkolaborasi dalam menciptakan solusi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat kemandirian masyarakat. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta model pemberdayaan yang dapat diperluas dan diadaptasi di berbagai daerah, memberikan dampak positif yang lebih luas untuk kemajuan bersama