Aksi Nyata 9 Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Sunan Kalijaga dalam Melakukan Advokasi Isu Difabel Melalui Media Sosial

Advokasi dari mahasiswa PMI berawal dari kecemasan mereka akan minimnya pemahaman anak muda tentang difabel. Mereka melakukan advokasi melalui media sosial instagram yang berisi konten video pendek dan infografis seputar difabel. Mahaiswa-mahasiswa yang terlibat ada Syafii, M. Ghifari, Sheima Fittaqiya, Ayu Setianingsih, M. Arhim, M. Yudistira, Novinta Sari, Citra Hardiansyah dan Zulfa Nabila.
Tujuan mereka melakukan advokasi adalah agar masyarakat luas paham seputar difabel. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang difabel menjadi salah satu tantangan yang dihadapi untuk dapat mewujudkan ruang publik yang ramah dan keadilan bagi teman difabel. Padahal teman difabel punya hak yang sama dan telah dijamin oleh hukum sesuai dengan UU No. 8 tahun 2016. Selain itu teman disabilitas juga menjadi bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SGDs) dengan jargonnya “No one left behind” atau tidak meninggalkan siapapun.
Di sosial media mahasiswa PPM ini ada beberapa postingan seperti ragam disabilitas, etika berkomunikasi dengan teman disabiliitas, perebedaan difabel dan disabilitas dan postingan seputar difabel lainnya. Untuk lebih lanjut kunjungi laman instagram PPM: @ppmsigab2022.