Cikal Berdaya: Menumbuhkan Calon Pemberdaya Masyarakat melalui Pembelajaran di Desa Wisata Pulesari

Sleman, 2 September 2026 – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan “Cikal Berdaya: Menumbuhkan Cikal Pemberdaya melalui Best Practice Pemberdayaan Masyarakat di Desa Wisata Pulesari” pada Rabu (2/9/2026) di Desa Wisata Pulesari, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Prof.Dr. Abdur Rozaki, M.Si, Kaprodi S1 dan S2 PMI, Siti Aminah, M.Si dan Prof. Dr. Sriharini, M.Si, danseluruh Dosen PMI. Kegiatan ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru 2026 untuk mengenal lingkungan sosial masyarakat sekaligus menumbuhkan potensi diri sebagai calon pelaku pemberdayaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat membangun kepekaan sosial, mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat, serta mempersiapkan diri menjadi pelaku pembangunan dan agen perubahan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Desa Wisata Pulesari merupakan salah satu desa wisata mandiri dan unggulan di Kabupaten Sleman yang memiliki praktik pengelolaan berbasis masyarakat dan layak menjadi tempat pembelajaran.

“Saya dahulu turut serta dalam proses pembangunan desa wisata di Kabupaten Sleman. Pulesari merupakan salah satu desa yang bagus dan dapat menjadi percontohan. Praktik seperti ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa PMI untuk menumbuhkan cikal berdaya, belajar dari pengalaman masyarakat, dan memahami bagaimana pemberdayaan dijalankan secara nyata,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi PMI, Siti Aminah, S.Sos.I., M.Si., menyampaikan bahwa desa merupakan ruang belajar yang kaya akan pengalaman dan pengetahuan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran melalui teori di ruang kelas, tetapi juga perlu melihat secara langsung bagaimana masyarakat membangun, mengelola, dan mempertahankan potensi yang dimiliki.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk saling mengenal, membangun keakraban, serta memperkuat komunikasi dan kebersamaan. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan dapat belajar memahami dinamika sosial dan mengembangkan perspektif pemberdayaan yang lebih kontekstual.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pengamatan langsung terhadap kondisi dan aktivitas pengelolaan Desa Wisata Pulesari. Mahasiswa diajak menyusuri sungai yang menjadi salah satu ikon wisata desa, sekaligus mengamati potensi alam dan aktivitas wisata yang dikelola masyarakat. Selain itu, mahasiswa melakukan wawancara dengan masyarakat setempat untuk menggali informasi mengenai proses pembangunan desa wisata, keterlibatan warga, pembagian peran, serta pengalaman masyarakat dalam mengelola potensi lokal.

Melalui kegiatan Cikal Berdaya, mahasiswa PMI diharapkan tidak hanya mengenal satu sama lain, tetapi juga mulai menumbuhkan kesadaran dan kapasitas diri sebagai calon pemberdaya masyarakat. Pengalaman belajar di Desa Wisata Pulesari menjadi langkah awal untuk memahami bahwa pemberdayaan bukan sekadar konsep, melainkan proses sosial yang tumbuh melalui partisipasi, kerja sama, dan kemandirian masyarakat.

Dengan semangat Cikal Berdaya, mahasiswa PMI diharapkan dapat terus menumbuhkan potensi dirinya menjadi penggerak masyarakat, fasilitator pembangunan sosial, dan agen perubahan yang memiliki kepekaan terhadap persoalan serta kebutuhan masyarakat.