Beragam Riset Pengembangan Masyarakat Dipresentasikan dalam Panel IDACON 2026 di Yogyakarta

Yogyakarta, 30 September 2026 — Beragam hasil penelitian mengenai pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dipresentasikan dalam Panel International Da'wah Conference (IDACON) 2026 yang berlangsung di Mustika Yogyakarta Resort & Spa, Yogyakarta. Panel mengangkat tema “Advancing Community Development: Bridging Humanity, Environment, and Fostering Global Coexistence.”

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kaprodi S1 PMI Siti Aminah, M.Si., Kaprodi S2 PMI Prof. Dr. Sriharini, M.Si., serta Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prof. Dr. Pajar Hatma Indra Jaya. Kehadiran pimpinan program studi dan fakultas turut mendukung partisipasi sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga dalam forum akademik tersebut.

Panel berlangsung di Room B dalam dua sesi, yaitu pukul 13.00–14.45 WIB dan 15.00–16.45 WIB. Forum ini mempertemukan peneliti dari berbagai perguruan tinggi untuk mempresentasikan hasil kajian mengenai pengembangan masyarakat, pemberdayaan, lingkungan, ekonomi, budaya, pendidikan komunitas, hingga isu sosial keagamaan.

Kegiatan dimoderatori oleh Dosen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Festy Mahanani Mulyaningrum, M.P.H., sedangkan Dr. Muhamad Rudi Wijaya, M.Pd.I. bertindak sebagai reviewer. Keduanya memfasilitasi jalannya diskusi sekaligus memberikan ruang bagi para presenter untuk memperoleh tanggapan dan masukan akademik terhadap penelitian yang dipaparkan.

Pada sesi pertama, sejumlah penelitian yang dipresentasikan mengangkat berbagai isu pengembangan masyarakat. Di antaranya From the Pulpit to the Earth: Religious Leadership and the Praxis of Da'wah bi al-Hal in the Face of Climate Change yang membahas kepemimpinan keagamaan dan respons terhadap perubahan iklim; Cultural Tourism as a Catalyst for Cultural Preservation and Community Development: A Study of Gebong Memarong, Air Abik, Bangka mengenai pariwisata budaya dan pelestarian budaya; serta From Religious Study Groups to Spaces of Empowerment: The Role Transformation of the Azzahro Majelis Taklim in Fostering Social Cohesion yang mengkaji transformasi kelompok pengajian menjadi ruang pemberdayaan.

Selain itu, dipresentasikan pula penelitian mengenai perlindungan sosial informal bagi mahasiswa, pengelolaan sampah plastik berbasis masjid, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui koperasi, konstruksi wacana moral di media digital, serta penelitian partisipatif bersama anak dalam mengidentifikasi dan mencegah kekerasan daring.

Salah satu penelitian dari UIN Sunan Kalijaga yang dipresentasikan pada sesi pertama berjudul “Digital Problem Tree: Participatory Research with Children to Uncover and Prevent Online Violence in the Sanggar Anak Alam (SALAM) Learning Community.” Penelitian tersebut ditulis oleh Sriharini, Muhamad Rudi Wijaya, Hidayatus Sholichah, Lestari Arum Putriana, Tri Amal Nazar Saputro, Fahrul, dan A. Indri Wahyuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan anak-anak dalam proses identifikasi persoalan kekerasan daring di komunitas belajar Sanggar Anak Alam (SALAM).

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan penelitian yang antara lain membahas pengelolaan lingkungan berbasis pesantren dan pemberdayaan komunitas belajar. Penelitian “Promoting Green Pesantren through Participatory Action Research: Strengthening Sustainable Waste Management at Afkaaruna Pesantren” dipresentasikan oleh tim yang terdiri atas Beti Nur Hayati, Halimatus Sa’diyah, Siti Aminah, Salima Ainunnisa Sholiha, dan Muhammad Alana Sahasika Razan dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Penggunaan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam penelitian tersebut menempatkan komunitas sebagai bagian aktif dalam proses penelitian dan upaya perubahan. Pendekatan ini sejalan dengan karakter keilmuan pengembangan masyarakat yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam memahami persoalan, merumuskan kebutuhan, serta membangun tindakan bersama.

Penelitian lain dari UIN Sunan Kalijaga yang turut dipresentasikan adalah “Social Capital as an Empowerment Asset for Alternative Learning Communities at Sanggar Anak Alam (SALAM), Nitiprayan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.” Penelitian yang ditulis oleh Muhamad Rudi Wijaya, Sriharini, M. Ilham Romandes, Novinta Sari, Syamraeni, Mudfainna, dan Sopian Hadi tersebut membahas modal sosial sebagai aset pemberdayaan dalam komunitas belajar alternatif.

Melalui Panel IDACON 2026, berbagai hasil penelitian dari sejumlah perguruan tinggi menjadi bagian dari ruang dialog akademik mengenai dinamika pengembangan masyarakat. Presentasi tersebut mempertemukan beragam perspektif dan pendekatan dalam memahami persoalan masyarakat, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai praktik pemberdayaan, penelitian partisipatif, lingkungan, pendidikan komunitas, dan penguatan kapasitas masyarakat.