PMI UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Teknologi Malaysia Perkuat Perspektif Pemberdayaan Masyarakat Malaysia–Indonesia
Yogyakarta, 22 September 2026 — Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menerima kunjungan akademik dari Universitas Teknologi Malaysia dalam rangkaian kegiatan kuliah umum bertema “Strategi Pemberdayaan Masyarakat di Malaysia dan Indonesia.” Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus pengalaman mengenai pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam konteks Malaysia dan Indonesia.
Rangkaian kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga dan dilanjutkan di Ruang 301. Kegiatan juga dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke Pondok Pesantren Aswaja Lintang Songo dan peternakan Lintang Songo.
Memperkenalkan Keilmuan Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pemaparan dari Prof. Dr. Arif Maftuhin, M.Ag., M.A.I.S., Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Arif memperkenalkan karakteristik dan perkembangan keilmuan yang ada di FDK kepada delegasi Universitas Teknologi Malaysia.
Prof. Arif menjelaskan bahwa keilmuan di FDK memiliki keterkaitan erat dengan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Dakwah dan komunikasi tidak hanya dipahami dalam konteks penyampaian pesan, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang mendorong lahirnya kontribusi akademik terhadap persoalan masyarakat.
“Fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki keilmuan yang sangat dekat dengan persoalan masyarakat. Keilmuan yang dikembangkan di dalamnya diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam memahami sekaligus merespons berbagai dinamika sosial,” jelas Prof. Arif.
Selanjutnya, Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si., Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Prof. Rozaki menekankan pentingnya perjumpaan akademik lintas negara sebagai ruang untuk saling bertukar pengalaman.
“Pertemuan ini bukan hanya menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk saling belajar dari pengalaman yang berkembang di Malaysia dan Indonesia,” ungkap Prof. Rozaki.
Setelah pembukaan, dilakukan penyerahan cendera mata antara UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Teknologi Malaysia sebagai simbol hubungan baik dan pertukaran pengalaman kedua institusi.
PMI Perkenalkan Keilmuan Pengembangan Masyarakat Islam
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Siti Aminah, S.Sos.I., M.Si., Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga. Dalam pemaparannya, Siti Aminah memperkenalkan keilmuan PMI, termasuk fokus kajian yang berkaitan dengan pembangunan sosial, pemberdayaan masyarakat, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat.
Siti Aminah menjelaskan bahwa masyarakat ditempatkan sebagai subjek utama dalam proses perubahan. Karena itu, pengembangan masyarakat membutuhkan pemahaman terhadap konteks lokal serta keterlibatan masyarakat dalam menentukan proses perubahan yang mereka jalani.
“Pengembangan Masyarakat Islam tidak hanya berbicara tentang bagaimana masyarakat diberdayakan, tetapi bagaimana masyarakat menjadi subjek yang memiliki kapasitas dan agensi untuk menentukan perubahan dalam kehidupannya,” jelas Siti Aminah.
Pertukaran Perspektif Bersama Universitas Teknologi Malaysia
Dari pihak Universitas Teknologi Malaysia, Dr. Mohd Khairy Bin Kamarudin menyampaikan pemaparan mengenai perspektif dan pengalaman pengembangan masyarakat dalam konteks Malaysia.
Menurutnya, perjumpaan antara akademisi dan mahasiswa dari kedua negara dapat membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai praktik pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kerjasama dan pertemuan seperti ini penting untuk membuka ruang pertukaran pengalaman antara Malaysia dan Indonesia. Walaupun mempunyai konteks yang berbeza, terdapat banyak perkara yang boleh kita pelajari bersama dalam pembangunan masyarakat,” ujar Dr. Mohd Khairy.
Kegiatan kemudian dilanjutkan di Ruang 301 Fakultas Dakwah dan Komunikasi melalui kuliah umum bersama Dr. Nur Hanani Abd Rahman, Pensyarah Kanan Akademi Tamadun Islam, Universitas Teknologi Malaysia.
Mengangkat tema “Strategi Pemberdayaan Masyarakat di Malaysia dan Indonesia”, Dr. Nur Hanani mengajak mahasiswa melihat pemberdayaan masyarakat berdasarkan konteks sosial dan kebutuhan masyarakat.
“Setiap masyarakat mempunyai keperluan dan konteks yang berbeza. Oleh itu, strategi pemberdayaan tidak boleh dilaksanakan dengan satu pendekatan sahaja. Kita perlu memahami masyarakat, mendengar keperluan mereka dan membina pendekatan bersama masyarakat,” tutur Dr. Nur Hanani.
Ia juga menekankan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa yang mempelajari pengembangan masyarakat.
“Mahasiswa bukan hanya perlu belajar tentang masyarakat melalui buku dan kuliah, tetapi juga perlu turun ke lapangan, melihat realitas dan belajar bersama masyarakat,” tambahnya.
Belajar dari Praktik Pemberdayaan di Lintang Songo
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Aswaja Lintang Songo dan peternakan Lintang Songo. Kunjungan tersebut menjadi ruang pembelajaran lapangan bagi peserta untuk melihat secara langsung pengelolaan potensi dan praktik pemberdayaan berbasis pesantren.
Kegiatan di Lintang Songo diisi oleh KH. Drs. Heri Kuswanto, M.Si., Pengasuh Pondok Pesantren Aswaja Lintang Songo. Ia berbagi pengalaman mengenai pengelolaan pesantren serta berbagai aktivitas yang dikembangkan melalui pemanfaatan potensi lingkungan dan keterlibatan masyarakat.
“Pemberdayaan itu harus dimulai dari potensi yang ada. Masyarakat perlu diajak untuk mengenali apa yang mereka miliki, kemudian bersama-sama mengelolanya sehingga menjadi sesuatu yang memberikan manfaat bagi kehidupan mereka,” tutur KH. Heri.
Kunjungan ini menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat keterhubungan antara konsep dan praktik pengembangan masyarakat. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan praktik pemberdayaan yang berkembang di masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PMI UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Teknologi Malaysia mempertemukan perspektif akademik, pengalaman lintas negara, dan praktik pemberdayaan masyarakat. Pertemuan ini sekaligus memperluas ruang pembelajaran mahasiswa PMI dalam memahami pengembangan masyarakat dari berbagai konteks sosial dan pengalaman lapangan.