PMI UIN Sunan Kalijaga Terjunkan 88 Mahasiswa dalam Praktikum Pengembangan Masyarakat

Yogyakarta, 10 September 2026 — Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, melaksanakan Pembekalan Praktik Pengembangan Masyarakat (PPM) I Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis (10/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Teatrikal FDK UIN Sunan Kalijaga tersebut diikuti oleh 88 mahasiswa yang terbagi dalam 14 kelompok.

Pembekalan ini menjadi tahapan penting bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke lokasi praktik. Melalui PPM I, mahasiswa diarahkan untuk melakukan proses pengenalan, observasi, dan pemetaan kondisi masyarakat secara partisipatif sebagai dasar dalam memahami berbagai persoalan, kebutuhan, serta potensi yang terdapat di masyarakat.

Sebanyak 14 kelompok mahasiswa akan melaksanakan PPM I pada sejumlah mitra dan lokasi, meliputi CSR, PKH, LAZISNU, BKKBN, Mitra Wacana, Wukirsari, TBM Delima, BAZNAS DIY, Penyuluh Agama Bambanglipuro, Pesantren Afkaaruna, dan LKiS. Setiap kelompok didampingi oleh dosen yang telah ditetapkan oleh Program Studi PMI.

Ketua Program Studi PMI, Siti Aminah, M.Si., menyampaikan bahwa PPM I merupakan ruang pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa berhadapan langsung dengan realitas masyarakat.

“PPM I bukan sekadar kegiatan praktik di lapangan, tetapi proses belajar bersama masyarakat. Mahasiswa perlu hadir dengan sikap terbuka, mampu mendengarkan, mengamati, dan memahami persoalan serta potensi masyarakat sebelum menentukan langkah atau program,” ujar Siti Aminah.

Menurutnya, mahasiswa PMI perlu memiliki kemampuan untuk membaca dinamika sosial secara kritis sekaligus membangun relasi yang baik dengan masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon pengembang masyarakat yang memiliki kepekaan sosial dan kemampuan fasilitasi.

Sementara itu, Sekretaris Program Studi PMI, Halimatus Sa’diyah, M.I.Kom., menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat di lokasi PPM.

“Mahasiswa perlu membawa semangat belajar, bukan datang sebagai pihak yang merasa paling tahu. Dalam PPM I, kemampuan berkomunikasi, membangun kepercayaan, dan membaca situasi sosial menjadi bagian penting dari proses pembelajaran,” jelas Halimatus.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga etika selama berada di lokasi praktik, baik dalam berkomunikasi dengan masyarakat maupun ketika berinteraksi dengan lembaga mitra.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan ditempatkan dalam kelompok-kelompok dengan jumlah anggota yang beragam. Dua kelompok ditempatkan pada mitra CSR dengan masing-masing sembilan mahasiswa. Dua kelompok lainnya berada pada program PKH dengan masing-masing enam mahasiswa. Sementara kelompok lainnya tersebar di LAZISNU, BKKBN, Mitra Wacana, Wukirsari, TBM Delima, BAZNAS DIY, dan sejumlah lokasi lainnya.

Kegiatan pembekalan juga menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman mahasiswa mengenai mekanisme PPM I, pembagian kelompok, lokasi dan mitra, serta hal-hal teknis yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan praktik.

Melalui PPM I, Prodi PMI berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan observasi sosial, pemetaan masyarakat, komunikasi, fasilitasi, dan membangun relasi dengan berbagai aktor di tingkat komunitas.

Pembekalan ini sekaligus menegaskan komitmen Prodi PMI FDK UIN Sunan Kalijaga dalam memperkuat pembelajaran berbasis praktik, sehingga mahasiswa dapat mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata dalam proses pengembangan masyarakat.