Mahasiswa Praktik Pengembangan Masyarakat LAZISNU DIY: Galakkan Program Koin NU Untuk Perkuat Filantropi Umat
Rabu, 11 Februari 2026 - Program Praktik Pengembangan Masyarakat (PPM) yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dilaksanakan di LAZISNU NU Care DIY sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik lapangan. Kegiatan ini menjadi wadah mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengelolaan filantropi Islam, khususnya zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus memahami dinamika sosial masyarakat. PPM di LAZISNU DIY merupakan kegiatan praktik mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam yang berfokus pada penguatan filantropi Islam melalui pendampingan program, pengelolaan dana ZIS, kegiatan fundraising seperti Koin NU. Serta, keterlibatan dalam program sosial dan kemanusiaan yang dijalankan lembaga. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga dengan pendampingan langsung dari pengelola dan staf LAZISNU DIY. Sasaran utama program adalah masyarakat penerima manfaat (mustahik), relawan, serta jaringan NU dan juga UPZ. Dalam aspek keuangan, LAZISNU DIY memastikan seluruh dana yang masuk dicatat dengan rapi dan disalurkan sesuai prinsip syariah serta aturan kelembagaan.
LAZISNU DIY terus mengoptimalkan program Koin NU sebagai upaya memperkuat gerakan filantropi Islam berbasis masyarakat. Program ini dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pengumpulan koin infak dari warga Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat umum di berbagai titik, seperti warung, toko, rumah warga, serta lembaga pendidikan. Program Koin NU ertujuan untuk menghimpun dana infak secara mudah, ringan, dan konsisten. Melalui konsep “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”. Masyarakat diajak berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan tanpa harus menunggu memiliki dana besar.
Meski demikian, pelaksanaan program Koin NU juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesadaran masyarakat yang masih perlu ditingkatkan serta keterbatasan jumlah relawan di beberapa wilayah. Namun, dengan dukungan warga NU, mahasiswa PPM, dan masyarakat luas, LAZISNU DIY optimistis program ini dapat terus berkembang. Melalui program Koin NU, LAZISNU NU Care DIY berharap dapat memperkuat budaya gotong royong, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi umat secara berkelanjutan.