Aksi Nyata Mahasiswa Praktik Pengembangan Masyarakat Kemantren Mergangsan: Kawal Distribusi KKS Agar Tepat Sasaran

Kamis, 25 September 2025 – Langkah nyata dalam memperkuat jaring pengaman sosial kembali dipertegas di Kemantren Mergangsan. Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) yang tengah menjalankan Praktik Pemberdayaan Masyarakat (PPM) terjun langsung mengawal pendistribusian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Kehadiran para mahasiswa ini menjadi motor penggerak dalam memastikan ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan akses layanan perbankan yang lebih modern dan transparan.

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga yang dikategorikan kurang mampu untuk mengurangi rantai kemiskinan dan kesenjangan sosial dengan meningkatkan kualitas hidup keluarga. Program ini dikelola oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dalam pelaksanaannya, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memperolehKartu Keluarga Sejahtera (KKS)yang berfungsi sebagai media penyaluran dana secara non-tunai melalui bank atau agen resmi, sehingga bantuan dapat tersalurkan dengan lebih efisien dan tepat sasaran. Melalui KKS penerima dapat memperoleh bantuan dengan sistem perbankan seperti kartu ATM.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan Bank BNI sebagai mitra utama dalam proses penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada warga. Pihak kemantren bekerjasama dengan pendamping PKH bertugas untuk menjamin ketepatan sasaran distribusi. Sementara itu, mahasiswa PPM juga terlibat langsung guna membantu teknis pelaksanaan di lapangan seperti pengisian data diri warga penerima manfaat sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan terstruktur.

Alur kegiatan penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) diawali dengan pengisian daftar hadir oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sesuai dengan kelurahan masing-masing. Kemudian, dilanjutkan dengan pengisian formulir pembuatan buku rekening. Untuk mengisi formulir tersebut, kami meminta berkas (fotocopy KK, KTP dan undangan) yang sudah dibawa oleh KPM. Setelah formulir selesai diisi, KPM akan diarahkan menuju ke tempat pengambilan buku rekening dan kartu ATM yang dilayani langsung oleh petugas bank BNI. Setiap KPM yang sudah menerima buku rekening dan kartu ATM diwajibkan melakukan pengecekan kembali untuk memastikan semua data sudah benar.

Kegiatan ini memiliki berbagai manfaat bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Salah satu manfaatnya adalah mempermudah pencairan bantuan sosial seperti PKH dan lainnya,selain itu manfaat lain dari adanya KKS ini bisa mendukung kebutuhan pendidikan dan juga kesehatan bagi penerimanya,sekaligus harapannya bisa membantu mensejahterakan KPM.

Kegiatan pengawalan distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kemantren Mergangsan berjalan tertib dan lancar, tanpa hambatan hal ini berkat kolaborasi apik antara mahasiswa PPM, pendamping PKH, pemerintah kemantren, dan Bank BNI. Proses pendataan, verifikasi penerima, pembagian kartu, serta pengaturan alur pelayanan warga berlangsung efisien, memastikan ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan secara tepat sasaran.

Peran mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai penggerak utama patut diapresiasi. Mereka tidak hanya membantu teknis seperti pengisian data, tetapi juga mempercepat pelayanan di lapangan, menjadikan proses ini lebih transparan dan modern melalui integrasi sistem perbankan.

Dukungan semacam ini semakin memperkuat jaring pengaman sosial, khususnya bagi kesejahteraan warga Yogyakarta. Dengan KKS, KPM kini lebih mudah mengakses bantuan PKH untuk pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pokok lainnya, sekaligus memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan.