6 Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Siap Berdayakan Masyarakat Melalui PPM di Pondok Pesantren Aswaja Lintang Songo
Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dalam rangka Praktik Pengembangan Masyarakat (PPM) II melakukan penggalian data lapangan di Yayasan Lintang Songo sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini bertujuan memahami secara langsung model filantropi produktif yang dikembangkan lembaga berbasis pesantren. Yayasan mengintegrasikan pengelolaan Pondok Pesantren, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), PAUD, serta unit usaha dalam satu sistem pemberdayaan. Pendekatan ini menekankan kemandirian lembaga sekaligus pembentukan karakter santri.
Melalui observasi tersebut, mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam memperoleh gambaran konkret mengenai praktik pemberdayaan sosial yang dijalankan di tingkat akar rumput. Pengelolaan kemandirian pesantren tidak hanya menjadi konsep, tetapi diwujudkan dalam sistem ekonomi yang terintegrasi.
Sebagaimana disampaikan oleh KH. Heri Kuswanto selaku pengelola Pondok Pesantren Islamic Studies Centre (ISC) Aswaja Lintang Songo, “Kebutuhan konsumsi santri sebagian besar dipenuhi dari hasil pertanian mandiri. Beras hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan makan sehari-hari, sementara sebagian lainnya dijual guna memenuhi kebutuhan lauk-pauk. Sayuran pun ditanam secara swadaya untuk menekan biaya operasional lembaga. Di sektor ekonomi produktif, yayasan turut mengembangkan peternakan melalui Garaloka Farm, yang saat ini masih difokuskan pada penguatan aset dan pengembangan kapasitas. Selain itu, peningkatan keterampilan santri dalam pengolahan hasil pertanian juga didukung melalui pemanfaatan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) bantuan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.” Model ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis kemandirian.
Melalui kegiatan PPM II, mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga mempelajari praktik filantropi yang bersifat produktif dan berkelanjutan. Yayasan menerapkan pembinaan berbasis tanggung jawab dengan melibatkan santri dalam aktivitas harian. Kegiatan santri meliputi piket kebersihan, memasak, membantu di sawah dan kandang, hingga mengaji pada malam hari. Model ini bertujuan membentuk santri yang mandiri serta memiliki soft skill dan hard skill. Pengalaman lapangan ini diharapkan memperkuat kesiapan mahasiswa PMI dalam merancang program pemberdayaan masyarakat yang kontekstual.