Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Hadiri Pertemuan Tahunan Asosiasi Pembangunan Sosial Indonesia (APSI)

Para Peserta APSI melakukan sesi foto bersama setelah acara selesai
Pertemuan Tahunan Asosiasi Pembangunan Sosial Indonesia (APSI) di Yogyakarta merupakan pertemuan yang sudah dilakukan sebanyak 4kali. Pertemuan dilakukan pada tanggal 20 Juli 2019 bertempat di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta dengan peserta dari beberapa prodi yang menjadi anggota peserta APSI antara lain: Universitas Mulawarman (UNMUL), Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa(STPMD) "APMD", Universitas Gunung Kidul (UGK), Universitas Islam Negeri (UIN) Jogja, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Tanjungpura (UNTAN), dan Universitas Darussalam Gontor (UNIDA).
APSI merupakan asosiasi dari perwakilan program studi pembangunan sosial di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2014 oleh beberapa universitas/sekolah tinggi diantaranya; STPMD APMD, Universitas Mulawarman, Universitas Iskandar Muda Aceh, Universitas Tanjung Pura, Universitas Gunungkidul, STPM ST Ursula-Ende, Universitas Lampung, dan Universitas Gadjah Mada. Saat ini APSI memiliki empat divis yaitu Divisi Pendidikan dan Kurikulum, Divisi Penelitian dan Publikasi, Divisi Pengabdian Masyarakat dan Divisi Organisasi dan Kerjasama. Keseluruhan divisi ini merupakan bentuk upaya asosiasi agar dapat merespon tantangan yang dihadapi saat ini dan sebagai upaya memperkuat posisi keilmuan pembangunan sosial sebagai cabang disiplin ilmu sosial. Keanggotaan APSI semakin kaya dengan bergabungnya beberapa program studi serumpun seperti Prodi Pengembangan Masyarakat Islam dari tiga Universitas Islam Negeri (Yogyakarta, Mataram dan Jakarta).
Secara terpisah menurut Anton yang saat ini menjabat sebagai ketua asosiasi menyatakan bahwa acara yang dilakukan sudah sesuai dengan AD/ART yang berlaku. "pertemuan tahunan sudah sesuai AD/ART" Kegiatan tahunan ini diadakan bertujuan untuk mendiskusikan beberapa agenda kedepan yang akan dilakukan oleh asosiasi. "Tujuan pertemuan adalah untuk mengevaluasi program jangka pendek asosiasi, sinkronisasi kurikulum prodi yg menjadi anggota APSI, persiapan penerbitan jurnal APSI, sosialisasi prodi yang menjadi anggota APSI ke berbagai lembaga pemerintah maupun swasta, pembuatan website APSI dan merespon RUU Pekerja Sosial." Sehingga harapannya APSI akan menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan terkait isu pembangunan sosial baik di tingkat nasional maupun internasional. "Ke depan APSI diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan dalam pengembangan komunitas di level lokal hingga internasional." Tutupnya (ra)