Siap Jadi Dokter Sosial? Alumni PMI Buktikan Keilmuan Pengembangan Masyarakat Islam Relevan di Dunia Global

Alumni PMI yang berkiprah di dunia kerja dan menempuh studi internasional menegaskan bahwa kompetensi pemberdayaan masyarakat, analisis sosial, dan pendekatan berbasis nilai Islam tetap relevan untuk menjawab tantangan lokal hingga global.

Yogyakarta – Kiprah alumni Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di dunia kerja dan studi internasional menunjukkan bahwa keilmuan pemberdayaan masyarakat tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan sosial di era global. Gambaran tersebut mengemuka dalam kegiatan Alumni Career Mapping dan Review Profil Program Studi yang diselenggarakan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Selasa (4/8/2026).Kegiatan ini melibatkan alumni dari seluruh program studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yaitu KPI, IKS, BKI, MD, dan PMI, yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan sekaligus memberikan masukan bagi pengembangan program studi.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama antara program studi dan alumni untuk memetakan perjalanan karier, mengevaluasi profil lulusan, serta menghimpun masukan bagi penguatan kurikulum. Pengalaman para alumni menunjukkan bahwa kompetensi yang dipelajari di PMI mulai dari analisis sosial, teknik fasilitasi, psikologi sosial, retorika dakwah hingga pendekatan berbasis nilai-nilai Islam tetap relevan dalam menjawab berbagai persoalan sosial kontemporer.

Kompetensi tersebut menggambarkan peran khas lulusan PMI sebagai “dokter sosial”, yaitu fasilitator perubahan yang mampu mendiagnosis persoalan sosial, merancang strategi pemberdayaan, serta mendampingi masyarakat menuju perubahan yang berkelanjutan. Peran ini semakin dibutuhkan di tengah kompleksitas persoalan sosial yang menuntut pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemberdayaan.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Arif Maftuhin, M.Pd., M.A.I.S., menegaskan bahwa alumni merupakan bagian penting dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi.

"Alumni adalah cermin keberhasilan sekaligus mitra strategis dalam pengembangan program studi. Pengalaman mereka di dunia profesional maupun akademik memberikan gambaran nyata tentang kompetensi yang dibutuhkan masyarakat saat ini dan di masa mendatang," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, M.Si., menilai bahwa pengalaman alumni menjadi sumber informasi penting untuk menjaga relevansi kurikulum di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.

"Kurikulum harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman, namun tetap mempertahankan identitas keilmuan yang menjadi kekuatan program studi. Karena itu, suara dan pengalaman alumni sangat penting dalam proses evaluasi dan pengembangan kurikulum," jelasnya.

Salah satu alumni PMI yang menjadi narasumber, Anisa Ayu Latifah, M.A., membagikan pengalamannya berkarier di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sekaligus melanjutkan studi di tingkat internasional di University College London (UCL). Menurutnya, kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di PMI memiliki relevansi yang kuat, baik dalam dunia kerja maupun lingkungan akademik global.

Anisa menjelaskan bahwa lulusan PMI memiliki peluang karier yang luas, mulai dari pendidik, fasilitator pemberdayaan masyarakat, pendamping sosial, pengembang kapasitas masyarakat, hingga tenaga profesional di berbagai lembaga pemerintah maupun organisasi sosial. Kemampuan memahami dinamika masyarakat, memetakan persoalan sosial, serta membangun komunikasi dengan berbagai kelompok menjadi modal yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang pekerjaan.

"Kemampuan memahami masyarakat, memfasilitasi proses perubahan sosial, dan membangun komunikasi dengan berbagai kelompok menjadi modal yang sangat berguna dalam dunia kerja. Kompetensi tersebut saya peroleh selama belajar di PMI," ungkapnya.

Selama menempuh studi di UCL, Anisa memperoleh perspektif baru mengenai isu-isu sosial global, khususnya gender, kesehatan reproduksi, dan pendidikan. Menurutnya, pengalaman tersebut justru mempertegas bahwa fondasi keilmuan yang diperoleh di PMI mampu menjadi bekal untuk memahami persoalan sosial dalam konteks internasional.

"Ketika melanjutkan studi di luar negeri, saya justru semakin menyadari bahwa bekal yang diperoleh di PMI sangat relevan. Kemampuan memahami persoalan sosial, bekerja bersama masyarakat, berpikir kritis, dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses pemberdayaan menjadi modal penting baik dalam dunia kerja maupun studi lanjut," tuturnya.

Menurut Anisa, salah satu keunggulan utama PMI adalah kemampuannya mengintegrasikan pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan nilai-nilai Islam. Bekal tersebut tidak hanya membantu lulusan dalam memahami realitas sosial, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat ketika mendampingi berbagai kelompok yang menghadapi persoalan sosial yang kompleks.

Selain kompetensi substantif, Anisa menekankan pentingnya penguatan soft skills seperti komunikasi publik, public speaking, fasilitasi kelompok, dan kemampuan bekerja lintas disiplin. Menurutnya, tantangan sosial masa kini menuntut kolaborasi dengan berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, psikologi, hingga kebijakan publik.

Sementara itu, Kaprodi Pengembangan Masyarakat Islam, Siti Aminah, M.Si., menyampaikan bahwa pengalaman alumni yang telah berkiprah di berbagai sektor dan menempuh studi internasional menjadi sumber pembelajaran penting dalam pengembangan program studi.

"Kami ingin memastikan bahwa lulusan PMI memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan perkembangan global. Masukan dari alumni menjadi bahan refleksi penting dalam memperkuat profil lulusan, capaian pembelajaran, dan kurikulum yang adaptif terhadap tantangan masa depan," ujarnya.

Kiprah alumni di dunia kerja dan studi internasional menjadi bukti bahwa keilmuan Pengembangan Masyarakat Islam memiliki daya saing sekaligus relevansi dalam menjawab tantangan masyarakat kontemporer. Melalui penguatan kurikulum yang adaptif dan berbasis kebutuhan masyarakat, Prodi PMI berkomitmen mencetak lulusan yang mampu menjadi fasilitator pemberdayaan, penggerak perubahan sosial, serta social change leaders yang berkontribusi bagi pembangunan Indonesia maupun masyarakat global.