Mencetak Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat Profesional, Prodi PMI UIN Sunan Kalijaga Bangun Kemitraan dengan BKKBN DIY
Yogyakarta – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperkuat jejaring kemitraan strategis sebagai bagian dari upaya mencetak fasilitator pemberdayaan masyarakat yang profesional, adaptif, dan berdaya saing. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan inisiasi kerja sama dengan Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (30/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Prodi PMI diwakili oleh Sekretaris Program Studi, Halimatus Sa’diyah, M.I.Kom., dan dosen PMI, Beti Nur Hayati, M.A. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, M.Si., bersama jajaran BKKBN DIY, yakni Ewang Sewoko, Ratna Anita Sari, dan Anggoro Irwan Susanto.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan fokus pada pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kedua institusi memandang bahwa tantangan pembangunan sosial dewasa ini membutuhkan sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah agar lahir inovasi-inovasi pemberdayaan yang mampu menjawab persoalan masyarakat secara berkelanjutan.
Sebagai program studi yang berfokus pada pengembangan masyarakat dan pembangunan sosial, PMI melihat BKKBN sebagai mitra strategis dalam memperluas ruang belajar mahasiswa. Berbagai program BKKBN, mulai dari pembangunan keluarga, kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, penguatan ketahanan keluarga, hingga pemberdayaan berbasis komunitas, dinilai memiliki relevansi yang tinggi dengan kompetensi yang dikembangkan dalam kurikulum PMI.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, M.Si., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan oleh Prodi PMI. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan generasi muda yang mampu menjadi penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.
"Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga. Mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang dapat mendukung berbagai program pembangunan keluarga di masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami berharap lahir berbagai inovasi dan praktik pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Rohina.
Lebih lanjut, Rohina menegaskan bahwa pembangunan keluarga dan kependudukan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi semata. Diperlukan kolaborasi multipihak yang melibatkan akademisi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk menghasilkan solusi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Prodi PMI, Halimatus Sa’diyah, M.I.Kom., menekankan bahwa kemitraan dengan BKKBN DIY merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang selama ini menjadi ciri khas Prodi PMI.
"Kami melihat banyak irisan antara program-program BKKBN dengan bidang kajian dan praktik yang dikembangkan di Prodi PMI. Oleh karena itu, kami berharap kerja sama ini dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam Praktik Pengembangan Masyarakat, penelitian kolaboratif, maupun kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat capaian pembelajaran mahasiswa," ungkapnya.
Menurut Halimatus Sa’diyah, penguatan kemitraan dengan berbagai lembaga strategis merupakan bagian dari upaya Prodi PMI untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses identifikasi masalah, perencanaan program, fasilitasi masyarakat, hingga evaluasi dampak sosial di lapangan.
Selain membahas berbagai peluang kolaborasi program, pertemuan ini juga menghasilkan kesepahaman awal untuk menindaklanjuti kerja sama melalui penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Prodi PMI UIN Sunan Kalijaga dan BKKBN DIY. PKS tersebut akan menjadi landasan pelaksanaan kegiatan bersama yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, Praktik Pengembangan Masyarakat (PPM), pengembangan kapasitas mahasiswa, serta berbagai program pemberdayaan berbasis keluarga dan komunitas.
Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi Prodi PMI sebagai pusat pengembangan keilmuan dan praktik pemberdayaan masyarakat yang unggul, integratif, dan responsif terhadap tantangan pembangunan sosial kontemporer. Melalui kolaborasi dengan BKKBN DIY, Prodi PMI berharap dapat memperluas kontribusinya dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan memfasilitasi perubahan sosial, memberdayakan masyarakat, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan di tingkat lokal maupun nasional.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kemitraan antara Prodi PMI UIN Sunan Kalijaga dan BKKBN DIY diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai program transformatif yang memperkuat pembangunan keluarga, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung terwujudnya pembangunan sosial yang berkelanjutan di Indonesia.