Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga Hadiri Kongres IV APSI 2026, Perkuat Jejaring dan Pengembangan Keilmuan Pembangunan Sosial

Yogyakarta – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta turut berpartisipasi dalam Kongres IV Asosiasi Pembangunan Sosial Indonesia (APSI) yang diselenggarakan pada 23–24 Juli 2026 di Auditorium Lantai 4 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Kongres nasional yang mengusung tema “Refleksi Perkembangan Studi dan Praktik Pembangunan Sosial di Indonesia” ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pengelola program studi pembangunan sosial dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kehadiran Prodi PMI UIN Sunan Kalijaga menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat jejaring akademik sekaligus memperbarui perspektif keilmuan di bidang pembangunan masyarakat yang adaptif terhadap tantangan sosial dan lingkungan.

Pada sesi keynote speech, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat, memaparkan materi bertajuk “Pergeseran Paradigma Pembangunan: Sistem Sosial Ekologis.” Ia menekankan pentingnya transformasi paradigma pembangunan yang tidak lagi mempertentangkan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan, melainkan mengintegrasikan keduanya melalui pendekatan social environment. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan harus menjadi satu kesatuan dalam setiap kebijakan pembangunan.

Selain keynote speaker, kongres juga menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si., Prof. Drs. Isbandi Rukminto Adi, M.Kes., Ph.D., Milda Longgeita Br. Pinem, S.Sos., M.A., Ph.D., serta Rohina, M.Si. dari BKKBN DIY. Berbagai sesi diskusi membahas isu-isu strategis, mulai dari integrasi aspek sosial dalam AMDAL, keadilan sosial dalam investasi, pembangunan sosial-ekologis, hingga penguatan ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, M.Si,menyampaikan bahwa keikutsertaan Prodi PMI dalam Kongres APSI merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus memperluas kolaborasi nasional.

"Kongres APSI menjadi ruang yang sangat penting bagi perguruan tinggi untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring, serta merespons berbagai tantangan pembangunan masyarakat yang semakin kompleks. Kehadiran Prodi PMI UIN Sunan Kalijaga di forum ini diharapkan mampu memperkaya pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga semakin relevan dengan kebutuhan zaman," ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Program Studi S1 Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga, Siti Aminah, M.Si., menegaskan bahwa forum APSI memberikan banyak perspektif baru yang akan menjadi referensi dalam pengembangan keilmuan dan praktik pemberdayaan masyarakat.

"Berbagai diskusi dalam kongres ini menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari isu keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, dan kolaborasi multipihak. Bagi Prodi PMI, pengalaman ini menjadi bekal penting untuk memperkuat proses pembelajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat dan selaras dengan perkembangan ilmu pembangunan sosial," jelasnya.

Melalui keikutsertaan dalam Kongres IV APSI 2026, Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga berharap dapat memperluas kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi anggota APSI, mendorong kolaborasi riset, serta menghasilkan inovasi pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada pembangunan sosial yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Partisipasi ini sekaligus menegaskan komitmen Prodi PMI UIN Sunan Kalijaga untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu Pengembangan Masyarakat Islam melalui penguatan tridarma perguruan tinggi dan keterlibatan aktif dalam forum-forum ilmiah nasional maupun internasional.